Topan Husain. Diberdayakan oleh Blogger.

Puitis Kritis Tanpa Sambal


PUISI KRITIS TANPA SAMBAL
¤
Berharap sesuatu tapi tak terharapkan, namun berharap sesuatu itu untuk menambah asa dalam menghadapi cobaan terhadang....
Innilah sedikit kata mutiara, tanpa tambahan santan-santan dan susu untuk memperjelas rasa makna katanya. Pun tanpa es dan jely untuk kemewahan arti yang mendalam, menjelaskan sari kata tanpa makna yang koefisiiennya berbanding terbalik dengan hasil baginya. Yo po ra cah?

Ø  Menananggapi kata-katamu tadi aku jadi pusing tanpa obat, mual tanpa makan, dan bersin tanpa menguap. Tapi gimana ya, kalau bicara soal sari kata dan peribahasa memang sulit mengucapkan. Bagaikan ngomong di depan presiden yang sedang melotot sambil membawa ember hitam berisi bensin dan solar yang siap dicukaikan. Emang susahkan? Bayangin aja dah susah, apa lagi ngatain...
Kamu ini gimana sih? Kan ane Cuma ngata-ngatain sendiri, jadi ya ane doang yang tau artinya. Malah kamu ngomong ORA NGGENAH. Kaya satpol PP ngegusur lincak-lincak para PKL yang sedang asik ngopi sambil ngitungin laba jual yang udah kepotong ama modal harian, trus tambah lagi uang keamanan, itupun belum untuk beli makan minum dan JOK BENSIN. Yo po ra cah?
Ø  Oalah max, ternyata aku salah penafsiran. Kamunya aja yang sok berkata puitis kritis tanpa sambal dan DUDUH tapi nggak GARINGAN. Tappi nggak papalah aku ini sebenarnya juga puitis kritis lho.
Emang kamu tahu apa tuh puisi kritis? Aku aja nggak tau apa tuh puisi kritis, yang ku tahu hanyalah DIA yang mengalihkan duniaku. Mengalihkan dunia semua orang, terutama para tikus-tikus kantor. Tikus-tikus yang suka pake rambut palsu berkaca mata, berpeci hitam, dan berpangkat dari bintang satu ampe bintang tujuh. Yo po ra cah?
Ø  Wah masak kamu nggak tau puisi kritis? Gini aja, kamu cari tau puisi itu artinya apa dulu aja. Trus kamu gandengin aja deh ama arti kritis trus tambahin sama dengan. Jadi deh.
Lho emangya kenapa tiap gabungin sesuatu harus diberi sama dengan? Orang yang di pengadilan aja bilang ORANG GEDHE DAN TINGGI TIDAK SAMA DENGAN ORANG CILIK DAN RENDAH. Yo po ra cah?
Ø  Lho kamu ini gimana sih, ya harus tetap sama dengan dong. Tapi soal apanya dulu sih? Soal kesalahan dan pelanggarannya dengan hukuman dan tuntutannya, atau soal duit ama wanitanya sekaligus iuran suka rela tiap bulannya. Gituh....
Yang ku tau kalo di pengadilan semua ya sama soal hukum. Nggak seperti pajak toh, yang banyak pakenya ya juga gedhe pajaknya.yo po ra cah?
Ø  Nah kalo pajak bedha lagi. Yang ini malah SAMA DENGAN. Bayangin aja, dari home industri yang modalnya berbunga bangkai ampe bunga gelombang cinta yang di bonsai, ama pabrik GEDHE bercabang di seluruh indonesia,saking gedhenya sampe DIURUG LUMPUR kagak ngaruh ama omzet plus pegeluarannya.
Oh gitu ya, Ane tau kalo begitu. Puisi kritis tuh puisi untuk para PETINGGI supaya tambah kritis dalam ngesembunyiin OLONE dalam NGRIKITI aspal dan jembatan, karena DIA tau kalo rakyat makin kritis dan teliti. Yo po ra cah?
Ø  Yoh..., yen wis diiyoni lak yo wis.


                                                                         By: topanhusain@ymail.com

 

INFINITY STRATOS

Secara singkat, animenya menceritakan mengenai IS Academy, sebuah sekolah pelatihan  bagi pilot sistem persenjataan Infinity Stratos, yang selama ini hanya bisa dikendalikan oleh perempuan. Ichika Omimura merupakan satu-satunya laki-laki yang bisa lolos seleksi sistem ini.
Animenya dideskripsikan dengan "romansa dalam kecepatan tinggi".
Infinite Stratos (IS), sebuah sistem exoskeleton weaponized, telah menjadi alat dominan peperangan dan konflik. Sayangnya bukan untuk dijalankan oleh seorang laki-laki, hanya perempuan yg mampu mengoperasikan Infinite Stratos … dengan sedikit pengecualian. Salah satu pengecualian adalah ORIMURA Ichika, seorang yatim piatu yang diangkat oleh kakaknya dan terkenal sebagai pilot IS . Ketika kompatibilitas dengan IS ditemukan setelah ia tanpa sengaja menyentuh IS pada usia 15, dia diberikan beasiswa dan terdaftar di sekolah yang mengkhususkan diri dalam pelatihan pilot IS. Yang tentu saja berarti … membuat kehidupan anak ini untuk dikelilingi oleh gadis-gadis, pemalu dan sederhana.
 

Hari Yang Baik Untuk Berbekam/Hijamah

Hari Terbaik Untuk Berbekam

Seputar hal tersebut Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- telah menjelaskan dalam sabda beliau:
اَلْحِجَامَةُ عَلَى الرِّيْقِ أَمْثَلُ، وَهِيَ تَزِيْدُ فِي الْعَقْلِ، وَتَزِيْدُ فِي الْحِفْظِ، وَتَزِيْدُ الْحَافِظَ حِفْظًا، فَمَنْ كَانَ مُحْتَجِمًا فَيَوْمَ الْخَمِيْسِ عَلَى اسْمِ اللَّهِ، وَاجْتَنِبُوْا الْحِجَامَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ الأَحَدِ، وَاحْتَجِمُوْا يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَالثُّلاَثَاءِ، وَاجْتَنِبُوْا الْحِجَامَةَ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ، فَإِنَّهُ الْيَوْمُ الَّذِي أُصِيْبَ فِيهِ أَيُّوْبُ بِالْبَلاَءِ، وَمَا يَبْدُوْ جُذَامٌ وَلاَ بَرَصٌ إِلاَّ فِي يَوْمِ الأَرْبِعَاءِ أَوْ لَيْلَةِ 
الأَرْبِعَاءِ
 
Berbekam bagi orang yang belum makan akan lebih bermanfaat, dan bekam dapat menambah kecerdasan, membantu untuk hafalan dan dapat menambah kuatnya halafan orang yang memiliki hafalan. Maka barang siapa yang akan berbekam hendaklah pada hari kamis dengan menyebut nama Allah. Jauhilah berbekam pada hari jum’at, sabtu dan ahad. Berbekamlah pada hari senin dan selasa. Jauhilah juga berbekam pada hari rabu, karena pada hari itu Nabi Ayyub alaihissalam mendapat cobaan. Dan tidaklah penyakit lepra dan kusta itu muncul melainkan pada hari atau malam rabu. (Lihat Shahih Sunan Ibn Majah karya Syaikh al-Albani, jilid 2, hlm. 261)
Beliau -shollallahu alaihi wa sallam- juga bersabda:
إِنَّ خَيْرَ مَا تَحْتَجِمُوْنَ فِيْهِ يَوْمُ سَبْعَ عَشْرَةَ وَيَوْمُ تِسْعَ عَشْرَةَ وَيَوْمُ إِحْدَى وَعِشْرُوْنَ
Sesungguhnya sebaik-baik hari kalian berbekam adalah pada hari ke tujuh belas, ke sembilan belas dan ke dua puluh satu. (Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi karya Syaikh al-Albani, jilid 2, hlm. 204)
Dari dua hadits mulia di atas dapat kita simpulkan:
1.      Perintah berbekam pada hari senin, selasa dan kamis.
2.      Hari/tanggal terbaik untuk berbekam adalah pada hari ke 17, 19 dan 21 dengan perhitungan kalender hijriyah.
3.      Larangan berbekam pada hari atau malam rabu, hari jum’at, sabtu dan ahad.
Untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang berbekam, kami sarankan untuk merujuk kitab Manhaj as-Salamah fi ma Waroda fi al-Hijamah, karya Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr, salah satu murid Syaikh al-Albani dari Yordania. Dan alhamdulillah buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh salah satu penerbit di Jakarta. Wa billahi at-taufiq.